Dalam hidup kita punya peranan
sebagai makhluk pribadi sekaligus menjadi makhluk sosial. Keduanya tidak bisa lekang
dari kehidupan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan sebagai makhluk sosial
setiap manusia membutuhkan manusia lainnya sebagai teman, sahabat, keluarga atau menjadi pendamping hidup.
Islam dengan seluruh aspek
kehidupan yang sangat memperhatikan termasuk juga memperhatikan kebutuhan
manusia sebagai makhluk sosial, salah satunya mencari pendamping hidup. Sunnah
Rasul salah satunya juga adalah mencari pendamping hidup dengan cara menikah.
Penjalanan Sunnah yang satu ini sering kali menjadi pembahasan yang seru,
terutama di kalangan para pencari pendamping.
Matematika yang identik dengan hitung
menghitung, ternyata juga dapat digunakan untuk mencari pendamping hidup. Salah
satu cara pencarian pendamping hidup ini bisa dilakukan dengan konsep penjumlahan
pecahan. Bilangan pecahan adalah bilangan yang
dapat dinyatakan dengan a/b
, a disebut sebagai pembilang dan b
disebut dengan penyebut. Dalam artian lain bilangan pecahan juga dapat
dikatakan sebagai bagian yang telah di
bagi dari satu bilangan yang utuh. Ketika ada satu jeruk yang dibagi pada empat
orang sama besar, maka masing-masing orang akan mendapatkan
bagian.
Dalam matematika,
penjumlahan pecahan hanya dapat dilakukan jika berpenyebut sama. Untuk
penjumlahan pecahan berbeda, maka kita harus mencari angka lain yang bisa
membagi pembilang yang berbeda pada pecahan yang akan kita operasikan atau
dengan mencari Kelipatan Persekutuan Kecil (KPK)
Sebagai contoh
1/5 + 2/ 5 = 3/5 karena pada operasi pecahan ini telah mempunyai penyebut yang sama, maka
pembilangnya bisa langsung dijumlahkan. Berbeda halnya dengan operasi pecahan
dengan pembilang berbeda.
1/2 + 3/5 = (5+6)/10 = 11/12 pada pecahan ini operasi pecahan hanya bisa dilakukan bila pembilang 2 dan 5
yang berbeda disamakan terlebih dahulu. Yaitu pemilihan angka 10 karena 10
merupakan Kelipatan Persekutuan Kecil (KPK) dan angka 10 juga bisa membagi 2
dan 5. Karena penyebut yang sama telah kita peroleh maka operasi pecahan ini
dilakukan dengan cara 10 : 2 x 1 pembilang untuk pecahan pertama, maka hasilnya
5. Begitu juga dengan pecahan yang ke dua, 10 : 5 x 3 maka menghasilkan 6.
Kemudian jumlahkan 5 dan 6 dengan penyebut yang telah kita samakan tadi. Maka
operasi ini akan menghasilkan angka
.
Prinsip penjumlahan
pecahan dengan pembilang berbeda ini dapat pula diaplikasikan dalam pemilihan
pendamping hidup. Sebagaimana sunnah rasul yang menganjurkan untuk mengutamakan
agama, sekufu’ juga menjadi hal yang sangat
penting.
Sekufu’ atau disebut juga dengan al-kafa’ah
yang berarti kesetaraan atau kesamaan. Menurut Salim A Fillah dalam bukunya
menyimak kicau merajut makna, konsep sekufu’
ditegakkan untuk memberikan keamanan, kemaslahatan dan kenyamanan dalam
pernikahan tidak hanya untuk pasangan saja tapi juga pada keluarga dan
masyarakat. Maka sekufu’ yang
dimutlakkan hanya pada soal agama karena agamalah yang menjadi asas bagi semua
keamanan, kemaslahatan dan kenyamanan. Ukuran sekufu’ dalam agama bukan hanya masalah perbendaharaan ilmu, tapi
juga pada keberagamaan (ilmu, amal dan akhlak).
telah di muat di lintasgayo.co
http://lintasgayo.co/2016/02/04/kpk-matematika-solusi-pencarian-pendamping-hidup
Tag :
Artikel
0 Komentar untuk "Matematika Menjadi Solusi Pencarian Pendamping Hidup?"