Matematika
adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang dipelajari sejak taman kanak-kanak sampai
pergurua tinggi. Penggunaannya sangat berperan untuk membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan
sehari-hari.
Dalam matematika tidak lepas dari istilah operasi matematika. Operasi matematika yang dimaksud adalah operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ada beberapa sifat yang akan berlaku untuk operasi matematika diantaranya kamutatif (pertukaran), asosiatif (pengelompokan) dan distributif (penyebaran). Tidak semua sifat berlaku untuk semua operasi matematika. Pada tulisan ini penulis hanya membahas operasi penjumlahan dengan sifat komutatif
Dalam matematika tidak lepas dari istilah operasi matematika. Operasi matematika yang dimaksud adalah operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ada beberapa sifat yang akan berlaku untuk operasi matematika diantaranya kamutatif (pertukaran), asosiatif (pengelompokan) dan distributif (penyebaran). Tidak semua sifat berlaku untuk semua operasi matematika. Pada tulisan ini penulis hanya membahas operasi penjumlahan dengan sifat komutatif
Pada
operasi penjumlahan berlaku sifat komutatif. Sifat komutatif disebut juga
pertukaran. Misalkan untuk penjumlahan 2+3 akan berjumlah sama dengan 3+2 maka penjumlahan keduanya akan
menghasilkan angka yang sama yaitu lima. Sifat komutatif inilah yang
digambarkan pada pola gotong royong masyarakat Gayo yaitu mangolo.
Menurut
Syukri, MA dalam bukunya yang berjudul sarakopat mengatakan mangolo adalah seseorang atau beberapa
orang datang untuk mengerjakan tanah pertanian orang lain dan dilain waktu
pemilik tanah juga akan melakukan hal yang sama.
Kongkritnya,
bila menanam padi pada hari senin dilakukan di sawah si A, pekerjaan tersebut
akan dikerjakan oleh si A dan si B ketika pekerjaan telah selesai dikerjakan, maka
untuk hari berikutnya dilkukan di sawah
B dan sama-sama dikerjakan oleh A dan B, dan pekerjaan si A dan B.
Mangolo biasa
dilakukan untuk saling meringankan pekerjaan pertanian satu sama lain dan
pekerjaan keduanya akan sama-sama selesai meski dengan waktu yang berbeda.
Inilah sifat komutatif yang dilakukan oleh masyarakat Gayo yang berasaskan pola
gotong royong untuk saling meringankan kegiatan pertanian atau pekerjaan lainnya.
Tag :
Artikel
0 Komentar untuk "Komutatif, Asas Gotong Royong pada Masyarakat Gayo"